Namun demikian, JM meyakini bahwa DPP Gerindra akan memilih orang yang tepat untuk mendapatkan rekomendasi maju di Pilwalkot.
"Apapun keputusan DPP nanti, kita semuanya wajib fatsun dan melaksanakannya. Tentunya pilihan DPP menjadi pilihan terbaik, siapa yang akan dimajukan di Pilwalkot nanti," tegas JM.
Sementara terkait langkah-langkah yang dilakukan JM dalam menghadapi Pilwalkot, dirinya mengaku terus melakukan sosialisasi dan konsolidasi serta turun ke masyarakat.
Terbaru, dirinya mewakafkan 6 mobil ambulance gratis bagi warga Kota Bogor. JM mengatakan, mewakafkan 6 mobil ambulance karena memang banyak warga Kota Bogor yang membutuhkan, baik membawa pasien yang sakit ataupun yang meninggal dunia. Ambulance ini akan dikelola oleh kordinator di masing-masing kecamatan dan Paguyuban Abdi Bogor, dan akan beroperasi selama 24 jam. "Nomornya nanti kita share di media sosial. Harapan kami, ini bisa menjadi fasilitas yang memberi manfaat bagi warga dalam hal armada mobil siaga atau ambulance gratis," katanya.
Ia juga menceritakan ketika pada tahun 2011 lalu, ketika dirinya menjadi anggota DPRD Kota Bogor periode pertama, hanya memiliki 1 mobil ambulance dan sejak itu banyak warga yang menggunakan karena membutuhkannya. Bahkan sempat kewalahan karena hanya ada 1 mobil saja. Sejak itulah, ia terus berjuang untuk memiliki lebih banyak mobil ambulance untuk membantu warga hingga akhirnya bisa terwujud ada 6 mobil ambulance.
"Maka hari ini atas dasar situasional menurut saya urgent dan penting, lebih baik kita antisipasi 6 unit yang disiagakan di tiap-tiap kecamatan. Tapi tidak menutup kemungkinan ketika armada yang lain sedang digunakan, maka armada yang ada di kecamatan lainnya bisa menutupi kebutuhan itu, artinya saling mengisi untuk kebutuhan warga tentang kebutuhan ambulans tersebut. Semoga ambulance ini memberikan manfaat bagi masyarakat," ucapnya.
Selain program ambulance, lanjut JM, juga akan disediakan advokasi untuk BPJS Kesehatan PBI. Saat ini masih belum banyak yang paham bagaimana tentang cara pembuatan BPJS.
"Baru saja tadi saya melayani dua orang yang belum punya BPJS sama sekali, dan ini sebuah kewajiban warga harus punya BPJS, baik yang PBI maupun mandiri. Artinya ketika mereka berobat sudah ada kepastian pembiayaan yang dicover oleh pemerintah atau dari pribadinya masing-masing. Nah selain armada antar jemput pasien atau jenazah, kita siapkan advokasi pendampingan ketika warga kesulitan dalam administrasi rumah sakit. Memang kita bertahap tidak 100 persen sepenuhnya kebutuhan warga bisa kita selesaikan, tapi setidaknya kita selalu berusaha dapat membantu masyarakat," tandas JM. []