BSF CGM 2025 Sukses Digelar, Penyelenggara Apresiasi 250 LO dan Pihak yang Mendukung Acara

Senin 24-02-2025,17:12 WIB
Reporter : Edwin Suwandana
Editor : Tim Redaksi

BogorAktual.id - Acara Bogor Street Festival Cap Go Meh 2025 telah usai, pihak penyelnggara secara resmi melakukan pembubaran panitia di lapangan basket sekolah Kesatuan Bogor, Pulo Armin, Bogor Timur, Kota Bogor, Minggu (23/02/2025) malam.

Pihak penyelenggara pun memberikan apresiasi kepada 250 Liaison officer (LO) serta para pihak yang telah menyukseskan BSF CGM 2025 yang diselenggarakan pada 12 Februari 2025.

Piagam ditandatangani oleh Pj Wali Kota Bogor dan Ketua Panitia. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan LO, serta penghargaan juga diberikan kepada para sponsor yang turut mendukung acara ini.

Ketua Panitia BSF CGM 2025, Arifin Himawan, menuturkan, menurutnya dalam pelaksanaannya memang masih ada beberapa catatan evaluasi yang perlu diperbaiki untuk penyelenggaraan BSF CGM mendatang.

“Setiap event tentu kita harapkan sempurna, namun selalu ada kekurangan yang bisa menjadi pembelajaran. Catatan-catatan tersebut akan dievaluasi agar penyelenggaraan tahun berikutnya semakin baik dan pesan yang ingin disampaikan bisa diterima dengan lebih luas,” bebernya kepada wartawan.

Ia juga mengungkapkan sejumlah dampak positif dari pelaksanaan BSF CGM 2025. Festival ini tidak hanya meningkatkan popularitas Kota Bogor di tingkat nasional, tetapi juga hingga mancanegara.

“Bogor kini lebih dikenal bukan hanya di Jawa Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia, bahkan hingga luar negeri. Selain itu, festival ini menjadi wadah pelestarian seni dan budaya, khususnya budaya Jawa yang ditampilkan setiap tahunnya," tutur Arifin Himawan yang kerap disapa Ahim.

Tak hanya budaya daerah, penyelenggara juga memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya nasional kepada generasi muda.

Ia juga menegaskan bahwa dampak ekonomi juga terasa signifikan, terutama bagi pelaku UMKM yang mendapatkan peluang besar dalam perputaran ekonomi selama festival berlangsung.

“Sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) turut merasakan dampaknya, yang pada akhirnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor untuk pembangunan kota,” terangnya. 

Di sisi lain, lanjut Arifin keberagaman dalam kepanitiaan BSF CGM 2025 juga menjadi cerminan toleransi di Kota Bogor. LO yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang, komunitas, dan agama, serta tidak hanya berasal dari Kota Bogor, tetapi juga dari luar daerah.

“Ini menunjukkan bahwa Bogor bisa menjadi contoh dalam merajut kebersamaan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” kata Ahim.

Ia berharap, kedepan lebih banyak provinsi yang berpartisipasi dalam BSF CGM. Tahun ini, terdapat sembilan provinsi yang turut serta, dan diharapkan jumlahnya meningkat pada tahun-tahun mendatang untuk semakin memperkaya keberagaman budaya dalam festival ini.

“Saya kira ini hal yang baik karena kita ingin juga anak-anak muda maupun penerus dari generasi muda untuk mencintai budaya yang ada di nusantara ini,” tandas Ahim.

Kategori :