"Itu bisa kita siapkan dari sekarang, karena biar bagaimanapun juga kita lihat dengan kondisi alam yang semakin hari semakin berubah. Ya karena faktor global warming atau percepatan dari pemanasan global akan merubah pola dari sumber air baku yang sekarang ada," ujarnya.
Wali Kota Bogor juga menekankan, bahwa Perumda Tirta Pakuan sebagai perusahaan harus memiliki perencanaan korporasi yang matang, sehingga kontribusi kepada masyarakat bisa maksimal dan tentu ada dampak dalam rangka meningkatkan keuntungan perusahaan dan nantinya berkontribusi kepada PAD Kota Bogor.
Dalam mendirikan training center ini, Perumda Tirta Pakuan juga membangun jaringan strategis dengan industri serta institusi terkemuka ahli teknologi air, sehingga setiap sesi pelatihan telah dirancang untuk memberikan dampak nyata.
Setiap peserta pelatihan yang lolos akan mendapatkan sertifikasi resmi dari Kemenaker dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Dibangun dua lantai, training center ini memiliki empat ruangan kelas mencakup laboratorium, auditorium, kelas PAS, kelas unit, serta fasilitas cafe dan mushola.
Peserta yang telah mengikuti pelatihan training center diharapkan mampu menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, dan berintegritas serta berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan air dan kinerja perusahaan.
Keberadaan training center ini juga diapresiasi oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil.
"Kami dari DPRD mengapresiasi atas diluncurkannya bangunan ini. Semoga jadi salah satu bentuk komitmen kepada masyarakat untuk menghadirkan pelayanan terbaik melalui pendidikan SDM yang berkualitas," ucap Adityawarman.