Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa dirinya telah melalui empat kali proses demokrasi dalam pemilihan legislatif dan satu kali dalam Pilkada.
Ia menilai bahwa proses demokrasi adalah momen yang dinanti masyarakat untuk memilih figur pemimpin melalui proses yang jujur, adil, dan rahasia.
"Ke depan, partisipasi pemilih harus terus ditingkatkan dan penyelenggaraannya pun harus semakin baik," ujarnya.
Ketua KPU Kota Bogor, Habibi Zaenal Arifin, mengatakan bahwa secara umum pelaksanaan Pilkada 2024 di Kota Bogor berlangsung lancar dan tidak ada gangguan dalam pelaksanaanya.
"Dalam pertemuan ini kami juga membahas persiapan Pilkada, terkait putusan MK yang ada pemisahan antara Pemilu nasional dengan daerah, tapi pada prinsipnya kami senantiasa menjalankan sesuai arahan dari KPU RI," ucapnya.
Sebagai pengguna anggaran, KPU Kota Bogor juga menyampaikan bahwa telah mengembalikan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) sebesar lebih dari Rp10 miliar ke kas daerah, karena adanya kelebihan anggaran atau anggaran yang tidak dapat diserap sesuai regulasi.
Selain itu, masukan-masukan untuk peningkatan penyelenggaraan Pilkada dan Pemilu di Kota Bogor juga disampaikan, termasuk yang berkaitan dengan aspek kampanye.
"Secara umum, laporan kami serahkan kepada Pemerintah Kota Bogor yang telah memberikan dukungan sistem tersebut. Laporan ini kami sampaikan dalam bentuk buku," ujarnya. []