“Langkah ini kami ambil untuk meningkatkan PAD Kota Bogor,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil. Ia menyatakan bahwa forum refleksi akhir tahun ini menjadi kesempatan bagi DPRD untuk menyampaikan berbagai capaian kinerja lembaga legislatif.
Adityawarman mengingat kembali kondisi saat awal menjabat periode ketiganya sebagai anggota DPRD, ketika subsidi program Biskita dari pemerintah pusat sempat terhenti.
“Setelah Pak Dedie dan Kang Jenal dilantik, program Biskita kembali membaik. Dari dua koridor, kini berjalan empat koridor, dan tahun depan direncanakan menjadi enam koridor,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Bogor menjalankan tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.
“Pada prinsipnya kami mendukung seluruh program pembangunan Kota Bogor. Namun kami juga akan memberikan kritik jika ada kebijakan yang tidak pro rakyat atau tidak sesuai regulasi,” tandasnya.
Kegiatan refleksi akhir tahun ditutup dengan sesi diskusi interaktif, menanggapi berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial Instagram dan TikTok PWI Kota Bogor. Acara semakin semarak dengan penampilan musik dari Zals Band, yang personelnya merupakan wartawan PWI Kota Bogor. [] *