“Karena itu, kami terus berjuang agar golok juga dipahami sebagai alat ketahanan pangan, kemudian sebagai alat pertahanan, dan kini diperjuangkan sebagai pusaka,” tuturnya.
Rektor Universitas Pakuan, Didik Notosudjono, mengatakan bahwa sebagai pihak akademisi, Universitas Pakuan berharap upaya ini dapat menarik minat mahasiswa untuk mengembangkan kajian dan penelitian dalam mendukung budaya Nusantara.
“Sehingga Universitas Pakuan juga mendukung kegiatan hari ini yang sangat baik dalam menjaga tradisi dan melestarikan budaya agar lebih dikenal dan menyebar luas,” ujarnya. []