BogorAktual.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit patogen pernapasan di Kota Bogor.
Hal tersebut disampaikannya saat menutup Pertemuan Lintas Sektor Finalisasi Dokumen Rencana Kontingensi Pengendalian KLB Penyakit Patogen Pernapasan di Kota Bogor.
Selama dua hari, berbagai pihak terlibat dalam pembahasan dan finalisasi dokumen yang menjadi pedoman bersama dalam menghadapi ancaman penyakit patogen pernapasan.
“Atas nama Pemerintah Kota Bogor, saya mengapresiasi waktu, tenaga, dan pemikiran yang telah dicurahkan seluruh pihak dalam proses finalisasi dokumen ini,” ujar Denny Mulyadi, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, dokumen rencana kontingensi tersebut penting bagi Kota Bogor yang memiliki karakteristik sebagai wilayah penyangga dengan kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Kondisi tersebut, kata Denny Mulyadi, membutuhkan kesiapan seluruh pihak untuk mendeteksi potensi ancaman penyakit sedini mungkin serta meresponsnya secara cepat dan terkoordinasi.
“Melalui pertemuan ini, kita telah memperjelas peran masing-masing sektor dan menyepakati mekanisme kerja ketika terjadi krisis kesehatan,” katanya.
Denny Mulyadi menegaskan, pencegahan dan pengendalian KLB tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan kolaborasi antara perangkat daerah, instansi vertikal, fasilitas kesehatan, akademisi, dunia usaha, organisasi profesi, hingga masyarakat.