“Kami mulai dari kurasi UMKM sebagai prototipe, dan wisatawan yang kami edukasi agar punya kesadaran terhadap gerakan ini,” terang Putut.
Dia juga menegaskan bahwa pihaknya juga akan melibatkan pemerintah daerah dan akademisi, dalam model kolaborasi penta helix.
“Tidak hanya pemerintah, tapi juga akademisi seperti pusat studi IPB. Kami ingin menjembatani gap antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat,” tegas dia.
Program ini akan dimulai dari Bogor sebagai lokasi awal, kemudian akan diperluas ke Bali, Bandung, dan Yogyakarta.
Kota-kota tersebut dipilih berdasarkan kesiapan mitra lokal dan kebutuhan mendesak akan transformasi pariwisata berkelanjutan.
“Kami mulai dari Bogor karena memang sudah terlihat beberapa sektor mulai menurun. Instansi-instansi kini mencari penyedia akomodasi yang bisa menunjang sustainability report mereka. Jadi, kita bantu penuhi kebutuhan itu,” jelas Putut.
BACA JUGA:Keren! Swiss Belhotel Bogor Bangkitkan Menu Makanan Nusantara Melalui Ajang Lomba
Co-Founder Evermos, Iqbal Muslimin, menyampaikan bahwa UMKM yang mulai mengadopsi prinsip ramah lingkungan akan memiliki peluang pembiayaan lebih besar.
“Sekarang sudah ada bank-bank BUMN yang punya program pembiayaan khusus untuk bisnis yang memiliki nilai keberlanjutan. UMKM yang punya aspek ramah lingkungan akan lebih mudah masuk ke program-program tersebut,” ujar Iqbal. []