"Sehingga sangat urgent diperlukan program-program percepatan, karena dengan Gercep Habis ini kita bisa memastikan pasien berobat ke faskes dan juga meminum obat," kata Retno.
Gercep Habis bersifat kolaboratif, karena penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan jejaring dan membentuk family care.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kota Bogor, Bai Kusnadi, mengatakan permasalahan Tuberkulosis ini penting dan sangat urgent untuk dibuat terobosan percepatan penanganan.
Melalui Gercep Habis ini, ada tiga poin penting, yakni kolaborasi, integrasi, dan kerja sama.
"Pertama kita membentuk family care, kemudian menggunakan aplikasi monitoring terpadu bernama "Pinter Habis", selanjutnya adalah membangun kerja sama," ucapnya.
Untuk kegiatan penelitian, ini bertujuan memberikan promosi komunikasi, informasi, dan edukasi, serta konseling terhadap pasien agar mematuhi ketentuan minum obat.
Sebagai piloting, Program Gercep Habis dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Kelurahan Bondongan, Cikaret, dan Empang.
Ia pun berharap aksi perubahan ini dapat mempercepat capaian target 90 persen penyembuhan kasus Tuberkulosis di Kota Bogor. []