Hakanna: Trase Danasasmita Jadi Nadi Kehidupan Warga Bogor Selatan
Anggota DPRD Kota Bogor, Hakanna (kerudung biru), memberikan keterangan kepada awak media saat meninjau lokasi pembangunan Jalan Trase Danasasmita di kawasan Bogor Selatan, Rabu (13/5/2026).--Edwin S/BogorAktual.id
BogorAktual.id – Pembangunan Jalan Trase Danasasmita di kawasan Bogor Selatan akhirnya mulai memasuki tahap pekerjaan. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Bogor, Hakanna, yang menilai proyek tersebut merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat karena menyangkut akses utama aktivitas sehari-hari warga.
Menurut Hakanna, pembangunan trase baru itu telah lama dinantikan, terutama oleh masyarakat Bogor Selatan yang selama ini terdampak kondisi akses jalan di wilayah tersebut. Ia mengaku memahami langsung persoalan yang dihadapi warga karena turut merasakan dampaknya.
“Saya mewakili DPRD dan warga Bogor Selatan, kebetulan saya tinggal di Pamoyanan jadi terdampak langsung juga. Jadi pada hari ini saya mengapresiasi Pemerintah Kota Bogor dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang walaupun sempat tertunda beberapa kali, akhirnya hari ini kita bisa memulai tahapan pekerjaan pembangunan jalan trase Danasasmita,” ujar Hakanna.
Ia menegaskan, keberadaan jalan tersebut memiliki fungsi strategis bagi masyarakat. Pasalnya, jalur itu menjadi akses utama bagi warga untuk bekerja, bersekolah hingga memperoleh layanan kesehatan.
“Harapan saya mudah-mudahan pembangunannya ini bisa cepat, cepat selesai karena ini sebenarnya bukan sekedar pembangunan fisik ya, tapi ini lebih kepada nadi kehidupan masyarakat Bogor Selatan. Ini jalur akses pekerja, sekolah termasuk kesehatan,” katanya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan dan selesai sesuai target yang ditetapkan. DPRD Kota Bogor, lanjutnya, juga akan menjalankan fungsi pengawasan agar pelaksanaan proyek tetap sesuai rencana.
“Jadi kami di DPRD tentunya berkomitmen untuk terus mengawasi supaya pembangunan ini bisa dilaksanakan sebagaimana yang direncanakan, dan yang paling utama bisa cepat waktunya bisa sesuai,” tegasnya.
Terkait isu yang berkembang mengenai potensi dampak pembangunan terhadap kawasan budaya atau lokasi yang diduga sebagai cagar budaya, Hakanna memastikan aspek tersebut telah menjadi perhatian pemerintah dan legislatif.
Ia menyebut pembahasan mengenai hal tersebut telah beberapa kali dilakukan bersama budayawan dan instansi teknis.
“Dan terkait dengan kawasan budaya, waktu itu saya di Komisi III juga beberapa kali rapat dengan para budayawan dan juga dengan PUPR. Insya Allah dengan rencana yang sudah dibuat tidak mengganggu kawasan-kawasan yang diduga sebagai cagar budaya,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan jalan, kawasan di sekitar trase juga direncanakan akan ditata agar lebih nyaman dan tertib bagi masyarakat. Penataan itu nantinya mencakup fasilitas pendukung seperti jalur pedestrian.
“Kita akan coba menata ya, jadi tidak hanya trase jalan, nanti ada pedestrian,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merealisasikan pembangunan trase jalan baru di kawasan Batutulis sebagai pengganti Jalan Saleh Danasasmita pada Rabu (13/5/2026).
Proyek tersebut meliputi pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 300 meter, sekaligus penataan kawasan berupa pedestrian, taman, hingga area Leuweung Batutulis dan Sumur Tujuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News