Rektor IPB University Panen Anggur di Agribusiness and Technology Park Dramaga

Minggu 08-03-2026,00:18 WIB
Reporter : Yudha Prananda
Editor : Yudha Prananda

BogorAktual.id - Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet untuk pertama kalinya melakukan panen buah Anggur di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB Dramaga, Bogor pada Jumat, 6 Maret 2026 Petang. 

Ada tiga varietas Anggur introduksi yang dibudidayakan di ladang greenhouse tersebut sebagai upaya pengembangan komoditas hortikultura sekaligus mendukung peningkatan produksi buah nasional.

Dalam pengembangan anggur di ATP IPB Dramaga, sejumlah varietas yang dibudidayakan antara lain Ilaria, Jupiter dan Gos-V. 

“Panen anggur ini bagian dari riset yang kita kembangkan di IPB untuk mendukung program buah secara nasional. Buah yang biasanya kita impor diharapkan ke depan bisa kita kembangkan secara lokal,” kata Alim Setiawan Slamet usai memetik sejumlah Anggur. 

BACA JUGA:IPB University Terus Eksis Duduki Peringkat 1 di Asia Tenggara, Top Peringkat 10 Asia

Dirinya menilai bahwa penguatan produksi dalam negeri menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor buah. Untuk itu pihaknya sangat mendorong riset budidaya varietas unggul dengan produktivitas tinggi.

Ia menekankan, optimalisasi budidaya juga menjadi fokus pengembangan IPB University mulai dari inovasi penggunaan pupuk, penerapan standar operasional budidaya, sistem irigasi, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Sebab, kata Alim, perkembangan hortikultura Indonesia saat ini, terus menunjukkan kemajuan. 

"Berbagai komoditas buah yang sebelumnya banyak didatangkan dari luar negeri kini mulai berhasil diadaptasi dan dibudidayakan di dalam negeri," tuturnya. 

Sebelumnya, IPB University sendiri telah berhasil mengembangkan varietas pepaya Calina atau yang populer dengan sebutan pepaya California. Varietas tersebut kini bahkan telah diproduksi secara luas dan diekspor.

Panen kali ini merupakan panen perdana sejak introduksi tanaman anggur dilakukan di kawasan tersebut. Ke depan, kegiatan ini juga menjadi sarana riset dan pembelajaran bagi mahasiswa serta pengembangan komoditas hortikultura baru di Indonesia. 

"Kita dorong bagaimana mengoptimalkan budidaya yang ada melalui berbagai inovasi, apakah dari sisi input untuk pupuk, SOP, irigasi, hingga penanganan hama penyakit,” tukas Alim. []

Kategori :