Catatan Kelam di 2023, Kota Bogor Dilanda Lebih dari 1000 Bencana

Catatan Kelam di 2023, Kota Bogor Dilanda Lebih dari 1000 Bencana

Ilustrasi:Tim SAR gabungan saat melakukan proses pencarian korban tertimbun material longsor di wilayah Kelurahan Empang, Kota Bogor, Jumat (17/3/2023)-Dokumen-Bogor Aktual

BogorAktual.id - Tahun lalu wilayah Kota Bogor dihantui ribuan kejadian bencana alam maupun non alam. Sedikitnya sebanyak 1.011 kejadian melanda 'Kota Hujan' sepanjang 2023.

Data itu berhasil dirangkum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Dalam catatannya, kejadian bencana yang paling dominan adalah tanah longsor, pohon tumbang dan bangunan roboh. 

"Dari tiga peristiwa itu murni terjadi dampak akibat tingginya intrnsitas hujan disertai angin kencang di wilayah Bogor," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh dikutip Minggu, 7 Januari 2024.

Ia merinci, dari total 1.011 peristiwa yang terjadi, sebanyak 271 di antaranya adalah tanah longsor, 44 banjir, 100 kejadian angin kencang, 246 pohon tumbang, dan 222 bangunan roboh. 

Selain itu, terdapat juga enam orang yang dilaporkan hanyut, 36 kejadian bencana kebakaran, 33 tanah amblas, dan 53 kejadian penyelamatan hewan.

Hidayatulloh menyampaikan bahwa sebanyak 13.230 jiwa dan 4.068 KK terdampak oleh bencana pada tahun 2023, yang mengakibatkan 466 rumah rusak berat dan 108 rumah rusak ringan.

Selama tahun 2023, terdapat pula bencana yang merenggut korban jiwa. BPBD mencatat bahwa ada 13 orang yang meninggal dunia akibat bencana yang terjadi di Kota Bogor. 

"Sebanyak 28 orang mengalami luka sedang dan 14 orang mengalami luka berat, sebagian besar disebabkan oleh bangunan yang roboh," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi kedepan, Hidayatulloh meminta agar dinas terkait melakukan evaluasi dan pendataan terhadap pohon yang ada di Kota Bogor. 

"Saya sudah berkoordinasi dengan bidang pertamanan agar melakukan pengecekan ulang terhadap pohon-pohon yang memang sudah membahayakan, termasuk dalam memaksimalkan KTP pohon," dorong dia.

Selain itu, dari segi konstruksi bangunan, pihaknya juga berharap agar dinas terkait meningkatkan pengawasan pada saat program Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT) maupun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

"Pengurus wilayah dan aparat wilayah harus mengantisipasi dan memeriksa konstruksi rumah warga, serta meningkatkan pengawasan pada saat pembangunan," tegas Hidayatulloh.

Menurutnya, dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi, peran BPBD Kota Bogor sangat penting dalam melakukan mitigasi dan penanggulangan bencana. Selain itu, kolaborasi dengan dinas terkait dan partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci dalam mengurangi dampak dari bencana alam tersebut.

Diketahui, tahun 2023 menjadi catatan terbanyak jika dibandingkan tiga tahun terakhir sejak 2021. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News