ODGJ Tewas Membusuk di Semak-semak Kawasan Proyek Apartemen BNR

ODGJ Tewas Membusuk di Semak-semak Kawasan Proyek Apartemen BNR

Kondisi jasad korban yang ditemukan di semak-semak kawasan BNR, Kota Bogor, Sabtu (6/7). -Bogor Aktual-Istimewa

BogorAktual.id - Warga Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan dihebohkan atas penemuan mayat seorang pria paruh baya yang tergeletak di semak-semal kawasan perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR) pada Sabtu, 6 Juli 2024. 

Mayat tersebut diduga merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang berada di sekitar proyek pembangunan apartemen Jungle Sky di kawasan perumahan elit tersebut.

Menurut Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Diana Sulistiowati, pada saat itu sekitar pukul 08.15 WIB, seorang warga berinisial SMB merasa curiga ketika akan bermain di area apartemen dan merasakan ada sesuatu yang aneh. 

"Saksi inisial SMB mencium aroma yang tidak sedap saat berada di gedung apartemen yang sepi untuk bermain, hingga akhirnya menemukan mayat yang tersembunyi di semak-semak," ungkapnya dalam rilis resmi pada Sabtu (6/7).

Setelah menemukan mayat tersebut, saksi langsung melaporkan temuannya kepada petugas keamanan perumahan setempat. 

Selanjutnya, pihak keamanan langsung mendatangi lokasi dan memastikan bahwa benar ada jasad korban di tempat tersebut sebelum berkoordinasi dengan kepolisian.

"Satpam juga menghubungi ketua RW di sekitar lokasi kejadian, dan ternyata ada laporan bahwa salah seorang warga telah hilang selama seminggu, sehingga Ketua RW menghubungi keluarga korban," tambah Diana.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa korban adalah seorang petani berinisial J (64) yang berasal dari Kampung Pabuaran RT 01/06 Kelurahan Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor

Diana juga menjelaskan bahwa keluarga korban mengungkapkan bahwa korban memang mengidap gangguan jiwa sejak dua tahun lalu dan rutin melakukan perawatan di sebuah rumah sakit kejiwaan.

Korban dilaporkan meninggalkan rumahnya sejak tanggal 30 Juni 2024 dan keluarganya tidak mengetahui keberadaannya. 

"Dua hari sebelumnya, pada tanggal 28 Juni 2024, keluarga ingin membawa korban ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi untuk pemeriksaan rutin, namun korban menolak," jelas Diana.

Setelah ditangani oleh Tim Inavis Polresta Bogor Kota, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian korban. []

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News