Begini Sejarah Musik Pop di Indonesia Beserta Artinya

Begini Sejarah Musik Pop di Indonesia Beserta Artinya

Koes Plus--

BogorAktual.id - Musik sudah menjadi bagian tak terpisahkan bagi banyak orang di dunia, begitupun di Indonesia. Faktanya tidak ada yang bisa menyaingi kepopuleran musik pop. 

 

Lalu bagaimana musik pop bisa sampai ke Indonesia?. 

 

Asal-Usul Istilah Pop

Istilah 'Pop' diambil dari kata Popular atau terkenal dan dicetuskan pertama kali oleh seorang seniman Inggris bernama Lawrence Alloway melalui esainya berjudul "Pop Since 1949" yang diterbitkan pada 1962.

 

Musik pop pertama kali muncul dan dikenal di Amerika pada tahun 1920. Hal ini berkaitan erat dengan penemuan industri rekaman oleh Thomas Edison di tahun yang sama. Sebelum musik pop dikenal luas, musik klasik, jazz, dan blues yang merupakan akar dari semua jenis musik, beredar dan banyak dimainkan oleh para musisi.

 

Masuknya Musik Pop ke Indonesia

Meski Koes Plus terinspirasi oleh The Tielman Brothers dan The Beatles yang merupakan band rock and roll atau rock, namun tidak bisa dibantah kalau musik yang mereka mainkan cenderung lebih pelan dan easy listening, dan itu sudah jadi cukup bukti kalau Koes Plus adalah band atau musisi pertama yang memainkan musik pop di Indonesia.

 

Koes Plus lahir pada tahun 1969, setelah sebelumnya membawa bendera Koes Bersaudara yang lahir tahun 1963 dimana waktu itu Presiden Sukarno melarang musik cengeng yang terafiliasi barat. Beliau menyebut dengan adagium populer 'Ngak-Ngik-Ngok'. Koes Bersaudara dan Koes Plus mempunyai kurang lebih 450 lagu dan menjadi titik tolak dikenalnya musik pop di Indonesia.

 

 

Di tengah hype musik Koes Plus, kemudian muncul musisi lain seperti Aloysius Riyanto, Chica Koeswoyo, dan Christian Rahardi. Nama terakhir disebut-sebut sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di skena musik pop nasional dan dikenal dengan nama panggung Chrisye. Dia aktif pada era '60-an hingga 2000-an awal.

 

Koes Plus dan Chrisye banyak menginspirasi musisi Indonesia. Dari tahun ke tahun Indonesia tidak pernah kekurangan penyanyi atau band pop. Nama-nama seperti Fariz RM, Utha Likumahuwa, Ruth Sahanaya, Sheila on 7, atau Juicy Lucy adalah pemegang tongkat estafet pop dari era ke era. 

 

Sampai hari ini pop merupakan genre musik dengan pendengar terbanyak karena memang mudah masuk ke telinga siapa saja dan cocok didengarkan kapan saja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News