Kenaikan Tarif TNGHS Timbulkan Protes, Pengelola Wisata Gunung Salak Endah Keluhkan Dampak
GSE sepi pengunjung--
BogorAktual.id - Kebijakan pemerintah menaikkan tarif masuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menuai protes dari para pelaku wisata di kawasan Gunung Salak Endah (GSE), Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Kenaikan tarif yang cukup signifikan ini dianggap memberatkan dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat sekitar.
Darul Dinar, salah satu pengelola wisata di GSE, mengungkapkan keprihatinannya sejak kenaikan tarif TNGHS, jumlah pengunjung menurun drastis.
“Ini sangat berdampak pada kami para pengelola wisata dan juga warga sekitar yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata,” ujarnya.
Menurut Darul, kenaikan tarif yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2024 ini dinilai tidak wajar dan memberatkan.
“Kami memahami adanya aturan, tapi kenaikannya terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan peningkatan fasilitas yang diberikan,” imbuhnya.
Dampak dari penurunan jumlah pengunjung sangat terasa oleh masyarakat sekitar. Sekitar 2000 jiwa yang tinggal di kawasan wisata GSE sangat bergantung pada sektor pariwisata. Dengan menurunnya jumlah wisatawan, otomatis pendapatan mereka juga ikut menurun.
Mereka meyakini bahwa kebijakan ini justru akan merugikan masyarakat banyak, terutama mereka yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata.
“Kami berharap pemerintah bisa melihat dan mempertimbangkan kembali kebijakan ini. Kenaikan tarif yang terlalu tinggi justru akan mematikan sektor pariwisata di daerah kami,” kata Darul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News