Pemkot Bogor Pangkas Angaran Senilai Rp50 M

Pemkot Bogor Pangkas Angaran Senilai Rp50 M

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Denny Mulyadi. -Bogor Aktual-Nanda Ibrahim

BogorAktual.id - Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyampaikan terkait efisiensi anggaran yang dilakukan sebagai dampak dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. 

Dia menuturkan, pada tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp50 miliar. 

Efisiensi tersebut dilakukan dengan memangkas berbagai biaya, seperti biaya perjalanan dinas, pengadaan alat tulis kantor, dan kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial.

"Kemudian belanja honorarium untuk narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dinilai tidak optimal juga dipangkas," kata Denny dikutip Selasa (18/2). 

Anggaran yang tadinya dialokasikan untuk hal-hal yang tidak memiliki output terukur kini difokuskan untuk pelayanan publik, seperti perbaikan pelayanan di puskesmas dan sekolah.

Anggaran sebesar Rp50 miliar yang berhasil dihemat telah dialokasikan ulang dalam pembahasan APBD Perubahan 2025.

Rencana ini akan dimulai pada bulan Maret berdasarkan informasi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

BACA JUGA:Presiden Prabowo: Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Anggaran 2025 

"Berdasarkan informasi penyusunan RKPD APBD Perubahan akan dimulai pada bulan Maret,” ucap Denny. 

Namun, dirinya juga menyadari bahwa efisiensi anggaran ini akan berdampak pada pendapatan daerah. Semisal dihapusnya kegiatan rapat-rapat Kementerian seperti FGD yang diselenggarakan di hotel-hotel. 

"Otomatis akan berimbas bagi pendapatan daerah. Saya sudah dengar banyak kementerian yang telah membatalkan giat di hotel,” tutur Denny. 

Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Anang Yusuf menambahkan, bahwa Kota Bogor dipastikan akan mengalami penurunan pendapatan terutama dari sektor pajak hotel, restoran, dan parkir akibat adanya inpres tersebut.

“Kalau weekday, biasanya kementerian menggelar rapat di hotel. Dengan adanya efisiensi, sudah tidak ada lagi,” ujar dia. 

BACA JUGA:Kritikan Tegas Aliansi Mahasiswa Bogor Soroti 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News