Koperasi Desa Merah Putih Jadi Prioritas Nasional untuk Dongkrak Ekonomi Desa

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Prioritas Nasional untuk Dongkrak Ekonomi Desa

Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Ferry Juliantono saat berbicara di Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor. (Foto : Dok. Kemenkop)--

BogorAktual.id - Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih menjadi salah satu program prioritas pembangunan nasional di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini menitikberatkan pembangunan ekonomi berbasis desa dengan semangat gotong royong.

Ferry menjelaskan, target pendirian Kopdes/Kel Merah Putih mencapai 80 ribu unit di seluruh desa di Indonesia sebagai langkah untuk meningkatkan partisipasi ekonomi desa. Pernyataan tersebut disampaikan saat acara di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, Senin (11/8/2025).

Menurut Ferry, angka kemiskinan ekstrem di wilayah pedesaan masih tinggi akibat minimnya lapangan kerja dan rendahnya pendapatan. Kondisi ini membatasi peredaran uang produktif di desa serta memicu maraknya praktik rentenir, tengkulak, dan pinjaman online ilegal. “Kopdes/Kel Merah Putih diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan memperpendek rantai distribusi produk dan jasa yang selama ini terlalu panjang, misalnya dalam penyebaran pupuk dan gas LPG 3kg,” jelasnya.

Ferry menegaskan bahwa payung hukum Kopdes/Kel Merah Putih berlandaskan pada UUD 1945 Pasal 33 yang menegaskan kedaulatan ekonomi di tangan rakyat. Presiden Prabowo berharap koperasi desa dapat bersaing dengan badan usaha swasta dalam menggerakkan roda ekonomi desa.

Data menunjukkan banyak anak usia produktif meninggalkan desa, sehingga roda ekonomi desa stagnan. Oleh karena itu, regulasi perbankan mewajibkan bank memberikan kredit khusus kepada warga desa melalui Kopdes/Kel Merah Putih. Pengembangan koperasi juga didukung oleh tujuh gerai yang berfungsi sebagai pusat layanan.

“Kopdes/Kel Merah Putih memiliki fungsi strategis sebagai sub-pangkalan agen gas LPG 3kg agar harga lebih terjangkau, penyalur utama pupuk bersubsidi, dan penjual obat-obatan murah melalui apotek desa,” tambah Ferry.

Selain itu, klinik desa yang didirikan melalui koperasi ini memudahkan akses layanan kesehatan bagi warga yang sulit menjangkau fasilitas di kecamatan. Usaha simpan pinjam yang dijalankan Kopdes/Kel Merah Putih juga memberikan kemudahan pinjaman tanpa risiko jeratan pinjaman online dan rentenir.

Fasilitas cold storage yang tersedia membantu petani dan nelayan menyimpan hasil panen sehingga mengurangi kerugian akibat gagal panen atau gagal tampung. “Kopdes/Kel Merah Putih juga menjadi wadah penyaluran program nasional pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan ekstrem,” kata Ferry.

Meski sudah terbentuk, Kopdes/Kel Merah Putih masih dalam tahap pengembangan teknis operasional agar dapat memberikan keuntungan ekonomi nyata bagi masyarakat desa. “Melalui sinergi Kopdes/Kel Merah Putih dan data desa presisi, pemerintah berkomitmen menyelesaikan masalah kemiskinan di desa secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ungkap Ferry Juliantono.

Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Nanik S. Deyang, menyatakan bahwa data resmi menunjukkan penurunan angka garis kemiskinan. Karena itu, BP Taskin menekankan pentingnya program pemberdayaan masyarakat. “Peran Kopdes/Kel Merah Putih juga sangat penting sebagai wadah pelaksanaan program pemberdayaan tersebut,” ujarnya.

Nanik juga berharap akademisi IPB dapat membantu melakukan pembaruan dan verifikasi data kemiskinan secara akurat. “Data yang selalu diperbarui harus disampaikan kepada pemerintah desa agar distribusi dana APBN tepat sasaran dan tidak terbuang sia-sia,” tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News