Gerakan Masyarakat Cinta Babel: Babel Darurat Iklim Investasi!
Aliansi Gerakan Masyarakat Cinta Babel melalukan aksi damai. -Bogor Aktual-Istimewa
BogorAktual.id — Aliansi masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Cinta Babel melalukan aksi damai. Hal ini dilakukan untuk merespons situasi Kepulauan Bangka Belitung yang dinilai berada dalam status ‘darurat iklim investasi’.
Upaya pengusaha lokal untuk mengelola komoditas mineral ikutan secara mandiri, kini dijegal praktik premanisme, pemerasan serta intimidasi, berkedok pengawasan.
Tindakan arogan dari sejumlah oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Satuan Tugas (Satgas), hingga kemunculan "wartawan bodong" tidak lagi bisa ditoleransi karena secara nyata dinilai mengganggu, memeras, mengintimidasi serta mencekik kelangsungan industri dan membunuh urat nadi perekonomian daerah.
“Dengan dalih inspeksi mendadak tanpa dasar hukum yang jelas, tanpa surat perintah dan tanpa surat tugas, oknum petugas kerap melakukan penindakan asal-asalan yang membabi buta, tanpa aturan hukum yang jelas,” tegas Koordinator Paguyuban Pengusaha Mineral Lokal Bangka, Imam, pada aksi yang berlangsung di Taman Ayodya, Kota Bangka pada Sabtu (14/3).
Bahkan, lanjut Imam, para pelaku premanisme melakukan penyitaan sepihak telah dan merampas hak-hak masyarakat pengusaha lokal untuk mencari nafkah di tanahnya sendiri.
Dengan perilaku yang kasar menakut-nakuti masyarakat dan intervensi Hukum yang melampaui kewenangan Aparat Penegak Hukum (APH) resmi.
"Kami bukan penjahat negara, kami adalah penggerak ekonomi daerah yang siap taat aturan. Namun, yang kami hadapi saat ini adalah kolaborasi kotor antara teror kekuasaan oknum berseragam. Kami menolak tunduk pada oknum-oknum yang menggunakan kedok penyelamatan lingkungan padahal praktiknya memeras dan menghancurkan industri lokal," jelas Imam.
Imam beserta para pengusaha lokal dan masyarakat Bangka Belitung mendesak aparat penegak hukum membersihkan Bangka Belitung dari oknum-oknum tak bertanggung jawab.
“Kami menuntut audit ketat atas tindakan sewenang-wenang oknum di lapangan, yang telah membuat pengusaha lokal dan masyarakat petani mineral ikutan resah,” lanjut Imam.
Gerakan Masyarakat Cintai Babel menuntut perlindungan dan kepastian hukum dan mendesak negara tidak tutup mata.
“Jika negara diam saja melihat pengusaha lokalnya ditindas dan difitnah, maka kehancuran ekonomi Bangka Belitung akibat matinya sektor mineral tinggal menunggu waktu,” tandasnya. []
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News