Realisasi Penambahan Dua Koridor Baru Biskita Transpakuan Gagal

Realisasi Penambahan Dua Koridor Baru Biskita Transpakuan Gagal

Ilustrasi: Sejumlah penumpang saat antri menaiki Biskita Transpakuan Bogor. -Nanda Ibrahim -Bogor Aktual

BogorAktual.id - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menambah dua koridor baru pada jasa layanan transportasi umum Biskita Transpakuan masih belum terealisasi dan dipastikan gagal terlaksana pada tahun ini. 

Dua koridor baru yang ditargetkan bakal beroperasi diakhir 2023 ini harus tertunda lantaran anggaran senilai Rp60 miliar yang sudah diproyeksikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut dicoret dari pagu anggaran.

Kedua koridor itu yakni koridor 3 dengan rute Bubulak-Sukasari yang melintas di wilayah Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan. Pada koridor ini diperkirakan me­miliki panjang sekitar 25,4 kilome­ter.

Kemudian, koridor 4 dengan rute Ciawi-Ciparigi yang melintas via Jalan Raya Pajajaran sepanjang 36,0 kilometer.

Tim Akselerasi Pemkot Bogor, Yayat Supriatna menjelaskan, sebenarnya anggaran untuk penambahan koridor 3 dan 4 yang disiapkan sekitar Rp60 miliar itu sudah dimasukan ke dalam program kegiatan Kemenhub pada tahun ini melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Menurutnya, kemungkinan ada skala prioritas yang lain sehingga pengalokasian anggaran untuk penambahan dua koridor Biskita Transpakuan tersebut dicoret oleh Kemenhub. 

"Itu sudah direncakan, tetapi itu kan rencana dan uangnya belum ada. Nah APBN itu bisa saja mencoret, membatalkan dan menunda. Mungkin ada skala prioritas lain apakah untuk IKN atau apa, akhirnya Rp60 miliar itu dicoret atau dihilangkan," kata Yayat dikutip Minggu, 26 November 2023.

Ia menekankan, bahwa persoalan tertundanya penambahan dua koridor baru Biskita Transpakuan tersebut bukan karena Pemkot Bogor. 

"Jadi perencanaan di tingkat kementerian itu yang berubah, apakah karena penyesuaian, refocusing atau perubahan anggaran. Kita juga tidak bisa apa-apa," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya belum bisa memastikan apakah anggaran penambahan dua koridor baru Biskita Transpakuan ini akan dianggarkan kembali Kemenhub pada tahun 2024 mendatang atau pun dibatalkan.

Meski begitu, untuk tetap menjalankan penambahan dua koridor baru Biskita Transpakuan, Pemkot Bogor bisa saja menggunakan skema Perda Transportasi.

Yang mana di dalam Perda itu bisa mengatur pembiayaan model Buy The Service (BTS) dengan anggaran APBD. Seperti yang dilakukan Trans Semarang, Trans Jogja dan Trans Jateng hingga Trans Jatim. 

"Jadi tergantung Kota Bogor apakah suatu saat nanti koridor 3-4 bisa nggak dari dana APBD, tapi kalau misalnya pusat tetap memberlanjutkan, ya itu Alhamdulillah," ujar Yayat.

"Intinya kalau misalnya lewat Perda dari kota bisa sharing di dalamnya, misalnya 3-4 itu dikelola oleh APBD dan pemenangnya bukan yang sekarang, bisa ada yang lain," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News