Forum Anak Kota Bogor Gaungkan Lima Isu Penting, Ini Respon Dedie Rachim!

Forum Anak Kota Bogor Gaungkan Lima Isu Penting, Ini Respon Dedie Rachim!

Forum Anak Kota Bogor (Fanator) saat berdiskusi dengan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim belum lama ini. -Bogor Aktual-Istimewa

BogorAktual.id - Suara anak-anak Kota Bogor kembali digaungkan melalui Forum Anak Kota Bogor (Fanator). Mereka menyampaikan lima usulan utama yang menjadi poin penting harapan anggota Fanator

Kelima isu tersebut meliputi reaktivasi forum anak di tingkat kecamatan dan kelurahan, infrastruktur ramah anak, penguatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), akses pendidikan yang merata, serta perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi anak.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan anak-anak dalam Fanator merupakan masukan penting yang patut ditindaklanjuti secara bertahap dan konkret. 

“Apa yang disampaikan anak-anak dari Forum Anak Kota Bogor ini luar biasa. Mulai dari pembangunan sekolah, keamanan dan kebersihan lingkungan, sampai harapan mereka agar saat naik angkutan umum tidak ada yang merokok. Itu ide yang brilian menurut saya,” kata Dedie Rachim saat audiensi Suara Anak Daerah (SAD) di Balai Kota Bogor belum lama ini, dikutip Senin (28/7). 

Menurutnya,  perhatian anak-anak terhadap lingkungan, khususnya keinginan agar angkot bebas asap rokok, merupakan bentuk menyuarakan hak yang sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) KTR yang telah dimiliki Kota Bogor.

“Mereka ingin ada ketenangan, ingin hak mereka diperhatikan, salah satunya tidak menghirup asap rokok. Ini sejalan dengan Perda KTR yang sudah kita miliki, jadi semua usulan itu Insya Allah kita akomodir secara bertahap dan tentu menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” tuturnya.

BACA JUGA:Inflasi Kota Bogor Terkendali, Harga Pangan Tetap Stabil

Terkait usulan penambahan sekolah, Dedie Rachim menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah memperhitungkan kebutuhan lahan dan rasio sebaran sekolah, termasuk kemungkinan subsidi untuk anak dari keluarga tidak mampu.

“Kita memproyeksikan untuk bisa membiayai sekitar 2.000 anak dari keluarga kurang mampu agar bisa sekolah, terutama di tingkat SMP,” sebut Dedie.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Rakhmawati, mengaku bahwa pihaknya akan segera mengkonsolidasikan pembentukan forum anak hingga tingkat kelurahan. 

Ia juga menekankan pentingnya pencegahan kekerasan terhadap anak dan mengajak seluruh pihak untuk turut aktif melindungi anak-anak dari potensi eksploitasi dan pelanggaran hak.

“Masalah kekerasan anak akan kita mulai dari pencegahan, jadi tidak hanya saat sudah terjadi. Ini menjadi fokus penting kita mengenai perlindungan anak,” ujar Rakhmawati.

BACA JUGA:Jenal Mutaqin Tekankan Peran Aktif Kontribusi Pemuda dalam Pembangunan di Kota Bogor

Ketua Forum Anak Kota Bogor, Radipta Azki Athaya, menyampaikan bahwa kelima usulan yang mereka bawa merupakan hasil survei dan wawancara terhadap 300 hingga 500 siswa di Kota Bogor. Menurutnya, forum ini menjadi ruang yang sangat berarti agar suara anak bisa didengar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News