Bapenda Kota Bogor Harus Jemput Bola Optimalkan PAD

Rabu 04-03-2026,18:24 WIB
Reporter : Yudha Prananda
Editor : Yudha Prananda

BogorAktual.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tengah berupaya "jemput bola" guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026 di Plaza Balaikota Bogor pada Rabu, 4 Maret 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bapenda Kota Bogor ini mengusung tema “Bersama Taat, Bersama Hebat, Bersama Patuh, dan Bersama Tumbuh.” 

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam membayar pajak merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Bogor. 

Menurutnya, dana yang terkumpul dari PBB-P2 dan PKB akan dialokasikan kembali untuk kepentingan masyarakat.

​"Tujuan utama optimalisasi pajak ini adalah meningkatkan PAD Kota Bogor guna menyelesaikan berbagai masalah masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik," katanya Adityawarman saat menghadiri kegiatan tersebut. 

BACA JUGA:Pansus DPRD Kota Bogor Matangkan Raperda Pasar Rakyat Atasi Kebersihan dan Perparkiran

​Politisi PKS ini juga menekankan bahwa pencapaian target APBD 2026 memerlukan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif. 

Untuk itu Adityawarman berharap kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi memberikan dampak nyata pada kas daerah.

​Kepala Bapenda Kota Bogor, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa Pekan Panutan 2026 akan berlangsung selama dua hari, yakni 4 hingga 5 Maret 2026. Fokus utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepatuhan wajib pajak di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Ia mengungkapkan bahwa potensi pajak dari ASN yang terdata cukup signifikan. Berdasarkan data Bappenda, terdapat 3.776 wajib pajak dari ASN dengan total potensi nilai pajak mencapai Rp8,3 miliar.

BACA JUGA:DPRD Kota Bogor Soroti Porsi Anggaran DP3A

​"Melalui acara ini, diharapkan ASN dapat menjadi contoh atau role model bagi masyarakat umum dalam memenuhi kewajiban perpajakan tepat waktu," jelasnya. 

​Untuk menarik minat para wajib pajak, Pemkot Bogor memberikan dorongan berupa program relaksasi pajak. Abdul Wahid menyebutkan bahwa masyarakat dan ASN bisa menikmati potongan harga yang cukup besar tergantung pada ketetapan pajaknya.

​"Diskon Pajak yang tersedia mulai dari 5% hingga 20%," tukas dia. []

Kategori :